Monday, 05 January 2009 08:02
Untuk mencapai cita-cita, Yahudi mendirikan lembaha dana. Tapi untuk mendukung Palestina, kita enggan mengeluarkan harta!
 
Ketika Hamas memenangkan Pemilu tahun 2006 lalu di Palestina, Amerika dan negara-negara Eropa melakukan pemboikotan besar-besaran dana ke Palestina. Rakyat Palestina kelaparan dan pemerintah Palestina yang dikuasai Hamas saat itu, sibuk ke sana kemari mencari dana bantuan alternatif ke negara-negara Timur Tengah.

Di tengah-tengah kondisi ekonomi yang morat-marit itulah kemudian Amerika mendukung salah satu faksi di Palestina untuk “mengkudeta pemerintahan resmi Hamas”.  Dan terjadilah pertempuran berdarah antara Hamas dan Fatah.  Kini Fatah menguasai wilayah Tepi Barat dan Hamas menguasai sepenuhnya Gaza.  Palestina jadi terbelah.

Kondisi ini memaksa masing-masing pemerintah di Tepi Barat atau Gaza untuk menghidupi wilayahnya sendiri.  Presiden Mahmud Abbas yang menguasai Tepi Barat sibuk mencari bantuan ke Amerika, Uni Eropa dan negara-negara lain.  Begitu juga duta-duta Hamas berkeliling ke negeri-negeri Islam untuk mencari bantuan bagi masyarakat Palestina.

Pecahnya Palestina saat ini, tidak bisa dilepaskan dari campur tangan Amerika cs dalam melakukan pemboikotan ekonomi besar-besaran saat itu.  Amerika yang telah mengkategorikan Hamas sebagai organisasi teroris, terus berupaya agar Hamas makin terpojok dan tidak mendapat simpati dari rakyat Palestina. Di tengah-tengah masyarakat yang lapar, tentu emosi mudah disulut dan terjadilah perpecahan Hamas dan Fatah.

Setelah kunjungan Presiden Mahmud Abbas dari Fatah beberapa bulan lalu, masyarakat Indonesia kemudian mendapat kunjungan tokoh intelektual Palestina, Dr. Nawwaf Takruri.  Ia juga adalah Ketua “Rabithah Ulama Filistin” di Suriah.  Ia juga seorang penulis ternama di Timur Tengah dan beberapa bukunya telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

000

Dalam kunjungannya ke ormas-ormas dan tokoh-tokoh Islam di Indonesia, 2007 lalu, Dr. Nawwaf menyampaikan contoh-contoh yang menyentuh tentang jihad harta.  Dalam ceramah di Masjid Darussalam Depok, misalnya ia menghimbau kepada para ibu-ibu agar menghemat belanjanya sehari saja dalam seminggu. Uang hasil hemat satu hari itu, diniatkan dan ditaruh di tempat khusus untuk rakyat Palestina.  Begitu juga bapak-bapak diharapkan bila membelikan pakaian atau celana untuk anak-anaknya, sisihkanlah uang untuk satu anak Palestina.  “Jika mempunyai anak tiga, maka tanamkanlah dalam diri kalian anda mempunyai anak empat, satu di Palestina.” Untuk para remaja dan anak-anak, hematlah sehari saja dalam seminggu uang jajan yang diberikan orang tua.  Uang hasil penghematan itu dimasukkan dalam kaleng khusus untuk anak-anak Palestina.  “Ini bukan masalah jumlah, tapi masalah mendidik dan menanamkan nilai-nilai kepada anak-anak agar mereka turut berjihad membebaskan Palestina,”tegas laki-laki enam anak ini.

Salah satu bukunya yang mendapat perhatian besar pembaca, adalah bukunya yang berjudul “Al Jihad bil mal fi sabilillah” (Dahsyatnya Jihad Harta –terj. GIP).  Buku ini mendapat pujian yang tinggi dari Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al : ” Buku ini sangat berbobot…Saya sangat menghargai materi ilmiah fiqih yang termuat begitu padat dalam buku ini, apalagi semuanya merujuk kepada Al-Qur’anul Karim dan As-Sunnah yang mulia, berlandaskan kondisi nyata persoalan-persoalan umat terutama persoalan Palestina, serta tuntutan kebutuhan yang sangat mendesak akan isu “jihad harta”. Sebuah isu yang terkait dengan kemurahan hati untuk menyumbangkan dan mengeluarkannya untuk mendukung jihad dan para mujahidin. Jihad harta adalah “saudara kandung” jihad nyawa dan pelengkapnya. Bahkan jihad nyawa tidak akan sempurna jika tidak disertai jihad harta.”

Buku ini menceritakan tentang keutamaan jihad harta yang kini banyak kaum muslimin tidak menyadarinya. Hukum jihad dengan harta adalah wajib, sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa, karena jihad kedua tidak dapat terlaksana dengan sempurna tanpa jihad pertama. Suatu perkara yang apabila sebuah kewajiban tidak akan sempurna tanpa keberadaannya, maka perkara tersebut juga menjadi wajib. Setiap Muslim dituntut untuk melaksanakan kewajiban ini, sebagaimana dia dituntut untuk berjihad dengan nyawa. Rasulullah saw. bersabda, “Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan harta, nyawa dan lisan kalian.” (HR Abu Dawud)

Ibnul Qayyim berkata, “Wajib berjihad dengan harta sama seperti kewajiban berjihad dengan nyawa. Ini merupakan salah satu dari dua pendapat Ahmad. Dan pendapat inilah yang benar tanpa diselubungi keraguan sedikit pun. Perintah berjihad dengan harta merupakan saudara kandung dan pasangan perintah berjihad dengan nyawa dalam Al-Qur’an, bahkan selalu disebutkan lebih dulu daripada jihad dengan nyawa dalam setiap ayat yang mencantumkannya, kecuali pada satu ayat saja. Hal ini menunjukkan bahwa jihad dengan harta lebih penting dan mendesak ketimbang jihad dengan nyawa. Tidak diragukan lagi, jihad dengan harta adalah salah satu dari dua jihad yang ada, sebagaimana dinyatakan oleh Nabi saw., “Siapa yang memberangkatkan (mendanai) orang yang berperang di jalan Allah, berarti dia juga ikut berperang.” (HR Bukhari)

Menurut Takruri, setiap orang yang mampu secara ekonomi wajib berjihad dengan hartanya sebagaimana orang yang mampu secara fisik wajib berjihad dengan fisiknya. Jihad fisik tidak mungkin terlaksana tanpa ketersediaan dana. Kemenangan dalam perang tidak mungkin diraih tanpa pasukan dan perbekalan. Jika tidak mungkin memperbanyak jumlah pasukan maka harus memperbanyak perbekalan dan dana. Haji wajib dikerjakan. Bagi orang yang tidak sanggup mengerjakannya dengan fisik, apabila dia memiliki harta, maka kewajiban berjihad dengan harta lebih utama dan mendesak [daripada haji].

Sementara itu Imam al-Juwaini menyatakan bahwa bila musuh menyerang, maka jihad nyawa lebih utama dari harta. Al-Juwaini berkata, “Apabila orang-orang kafir menyerang wilayah Islam, maka seluruh ulama sepakat, jatuhlah fardhu ‘ain bagi seluruh kaum Muslimin untuk segera bangkit dan menyerbu guna mengusir mereka, baik secara berkelompok maupun sendiri-sendiri… Ketika hal ini merupakan ajaran agama dan pandangan para ulama terkemuka, maka apa arti harta berbanding serangan gencar lawan, disaat memang sangat dibutuhkan? Seluruh kekayaan dunia ini, bila ditimbang dengan setetes darah saja, maka tidak akan sebanding atau seimbang. Ketika kondisi ini terjadi, nyawa harus direlakan menyongsong kematian. Dan, dalam upaya membela diri, harus siap dengan segala risiko yang dapat merenggut nyawa dan berhadapan musuh. Siapa yang berbeda pendapat dalam masalah ini, maka dia telah berbuat zhalim atau aniaya. Ketika darah bersimbah di ujung dan mata pedang, maka harta sama sekali tidak berharga…”

Ketika seorang Muslim berjihad dengan hartanya, berarti dia telah memenuhi seruan Allah SWT. untuk menunaikan kewajiban tersebut. Sebaliknya, jika malah menghindar dan kikir, berarti dia telah melanggar kewajiban yang ditetapkan Allah SWT. dan tidak menjalankan kewajiban semestinya, sama seperti ketika tidak menjalankan kewajiban-kewajiban agama lainnya.

Jhad dengan harta wajib dilakukan oleh semua orang sesuai batas kemampuan, kemudahan dan kesanggupan masing-masing. Jihad dengan nyawa bisa menjadi fardhu ‘ain ketika musuh menyerang wilayah kaum Muslimin, seperti Palestina, Iraq, Afghanistan, Chechnya dan lain-lain. Maka hukum jihad dengan harta mengikutinya, yakni sama-sama fardhu ‘ain atas setiap Muslim. Alhasil, setiap Muslim wajib menyumbangkan harta sesuai kemampuannya untuk memperkuat kedudukan para mujahidin dalam menghadapi dan menghancurkan musuh yang telah merampas kedaulatan wilayah Islam.

Bagi orang miskin, meskipun kemiskinan menghambatnya untuk menyumbangkan harta dalam jumlah besar, tapi tidak dapat dijadikan alasan untuk sama sekali tidak melakukannya. Ketika orang-orang kaya dituntut dalam kapasitas yang paling besar, tapi bukan berarti tuntutan tersebut tidak berlaku sama sekali bagi orang-orang miskin, melainkan tetap wajib melakukannya selayaknya kewajiban dia memberi nafkah kepada istri, anak dan sanak keluarganya. Masing-masing dituntut sesuai kemampuannya. Kadar kewajibannya sesuai dengan yang dinyatakan Allah SWT. dalam firman-Nya,

“Hendaklah orang yang mampu, memberi nafkah menurut kemampuannya.” (Ath-Thalaq: 7). “Dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.” (Muhammad: 38)

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT. mendahulukan jihad harta atas jihad nyawa setiap kali menyebut keduanya secara bersamaan, kecuali dalam satu ayat saja, yaitu firman Allah SWT., “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, nyawa dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh…” (At-Taubah: 111)

Selain ayat tersebut, jihad harta selalu disebut lebih dulu daripada jihad nyawa. Bukan karena kedudukan jihad harta lebih utama, melainkan karena urgensi jihad harta sebagai fasilitator jihad nyawa. Jihad harta berkedudukan sebagai persiapan awal sebelum melakukan aksi jihad nyawa, selain karena fungsinya sebagai penunjang yang ideal untuk terlaksananya jihad nyawa. Allah SWT. berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan nyawa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Al-Hujurat: 15)

Rasulullah saw. menyetarakan kedudukan orang yang terjun langsung di medan perang dengan orang yang mendanainya, atau menggantikan posisinya untuk mengurus keperluan keluarganya. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang memberangkatkan (mendanai) orang yang berperang di jalan Allah, berarti dia juga ikut berperang. Dan siapa yang mengurusi keluarga orang yang sedang berperang dengan baik, berarti dia juga ikut berperang”. (HR Bukhari).

Dalam masalah solidaritas harta ini, kaum Yahudi sangat serius. Di antara lembaga Yahudi yang sangat giat menjalankan proyek Zionisme adalah Jewish Agency (Agen Yahudi) dan Jewish National Fund (Lembaga Keuangan Nasional Yahudi). Lembaga ini menerima sumbangan dari seluruh orang Yahudi di dunia. Mereka mendapat dukungan penuh dari kelompok Kristen-Zionis yang saat ini lebih dikenal dalam jajaran pemeritahan Amerika Serikat dengan kelompok Konservatif Baru (neo-conservative). Dan, salah satu tokoh utamanya adalah presiden Amerika sendiri, George W Bush.

Salah satu bentuk dukungan paling menonjol terhadap negara penjajah Zionis adalah sebuah program yang dikelola dan dipublikasi oleh sebuah situs internet, www.ou.org/HelpIsraelCenter.

Di Amerika Serikat saja terdapat sekian banyak yayasan dan lembaga yang semuanya bertujuan memberi bantuan kepada negara penjajah itu. Salah satu lembaga yang paling berpengaruh dan kegiatan-kegiatannya sangat terarah adalah AIPAC (American-Israeli Public Affair Commtittee) atau Komite Israel-Amerika untuk Urusan-urusan Publik. Para pemimpin dan pengurus organisasi ini terbilang tokoh-tokoh sangat berpengaruh di Amerika Serikat dan menjabat berbagai posisi strategis dalam pemerintahan Amerika. Sebagai contoh, kita cukup dengan mengenalkan salah satu tokohnya, yaitu Danis Rose, orang yang ditunjuk sebagai delegasi Amerika untuk proses perdamaian di Timur Tengah sejak pemerintahan George Bush senior.

Organisasi-organisasi sosial juga tidak ketinggalan untuk menggalang dana dan membiayai program-programnya yang memiliki tujuan mempertahankan negara Israel –membangun dan memperluas wilayah kedaulatannya, agar tampil sebagai negara paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah Baru. Diantara organisasi-organisasi tersebut adalah:

Hazon Yeshaya; organisasi ini menyalurkan dananya untuk membiayai penyedian hasa’ (semacam sup) di dapur-dapur umum dan pusat-pusat pelayanan publik, juga mencukupi kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya kepada warga Israel yang sedang mengalami kesulitan.

Ezer Mizion; sebuah organisasi bantuan kesehatan. Organisasi ini memiliki 40 cabang yang tersebar di seluruh negara Israel dan 10.000 sukarelawan. Mereka siap memberi beragam pelayanan kesehatan bagi warga Israel guna mendukung sistem kesehatan yang dikembangkan negara.

Help Israel; kegiatan organisasi ini memberi bantuan darurat kepada warga Yahudi yang tinggal di perkemahan dan di daerah Yahuda dan Samira yang merupakan bagian dari wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Bantuan yang mereka berikan berupa pakaian, baju anti peluru dan berbagai kebutuhan darurat lainnya bagi komunitas-komunitas Yahudi.

Lebih dari 60% dana kampanye Partai Demokrat Amerika yang berhasil dikumpulkan oleh Jimmy Carter dan Bill Clinton adalah berasal dari sumbangan orang-orang Yahudi. Sehingga wajar jika dari 125 anggota Dewan Keuangan Nasional Partai Demokrat pada masa pemerintahan Carter (1977-1981), 70 orang di antaranya adalah Yahudi. Orang-orang Yahudi itu juga sanggup menyumbang 60% dari seluruh dana yang dihimpun oleh Richard Nixon, calon presiden Amerika dari Partai Republik, untuk memenangkan pemilihan umum tahun 1972. Sampai kini mereka memainkan peranan yang besar.

Memang jihad harta sangat dahsyat pengaruhnya! Wallaahu ghaniyyun hamiid.* [dirangkum olehNuim Hidayat/www.hidayatullah.com]

Bookmark and Share

Comments No Comments »

Para “pejuang” Jalur Gaza ini muncul di jalanan tiap pagi sampai sore. Baginya, warga Palestina tidaklah sendirian

 

Hidayatullah.com–Sore itu, matahari mulai temaram. Arus kendaraan mulai terlihat begitu padat merayap di setiap ruas perempatan jalan Kertajaya Indah Surabaya. Pujito berdiri di samping traffic light  membawa kotak segi empat berwarna putih bertuliskan “Solidaritas Palestina”, bergambar tangisan anak-anak Jalur Gaza. Pujito langsung meloncat ke tengah-tengah jalan beberapa menit begitu lampu traffic light berwarna merah, tanda berhenti. Sambil menghampiri mobil-mobil yang berhenti menunggu hitungan mundur lampu hijau. “Palestina, Palestina, Palestina, Bantu Palestina!.”

Itulah sosok ‘pejuang’  “Solidaritas Palestina” yang muncul di beberapa perempatan lampu merah di kota Surabaya dalam seminggu ini. Mereka adalah anak muda, umumnya para mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Lukmanul Halim (STAIL) PP Hidayatullah, Surabaya.

Berbaju rapi dengan jas almamater hijau, lengkap dengan kotak sumbangan, para ‘pejuang’ perempatan lampu merah ini menghampiri warga Kota Surabaya semenjak pagi sampai sore hari.

Kehadiran mereka ini sepintas mencuri perhatian warga pengguna jalan. Maklum, selain ‘pasukan’ yang dikerahkan cukup banyak. Biasanya, ‘pasukan’ pembawa kotak amal bantuan ini membentangkan spanduk besar di perempatan jalan bertuliskan, “Ayo Bantu Rakyat Palestina di Jalur Gaza.”

Kegiatan para mahasiswa STAIL Hidayatullah ini terbilang spontanitas belaka. Maklum, mereka hadir beberapa hari, pasca penyerangan Israel atas warga Jalur Gaza yang hingga hari ini tak pernah berhenti dan telah menewaskan hampir 1000 wanita dan anak-anak. Keprihatinan mereka akan nasib warga Jalur Gaza yang dibantai tentara Israel itulah yang membuat mereka turun ke perempatan jalan.

“Itulah yang bisa kami lakukan, “ ujar Pujito. Bagi Pujito, besar-kecil bantuan masyarakat tak menjadi masalah. ”Nggak penting berapa jumlahnya namun yang penting kepedulianya.” Tuturnya kepada www.hidayatullah.com yang mengikutinya di perempatan Jalan Kertajaya. Baginya, ada masyarakat yang menyumbang saja, sudah sangat menggembirakannya.

Memang tak semua orang dan pengendara simpati gerakannya.  Ada membantu, ada yang Cuma melihat-lihat saja,  cuek, sampai yang hanya bisa mengucapkan kata maaf dan mengucapkan kata-kata yang melemahkan spirit mereka.

“Mas-mas, untuk apa jauh-jauh nyumbang ke Palestina, wong saudara kita aja banyak yang masih membutuhkan, seperti di Manokwari yang baru saja dilanda gempa,” ungkap  pengendara bernama Siswandi.

Namun, hal tersebut tidak membuat nyali Pujito surut.  Sebab tak sedikit pula orang bersimpati bahkan memberi. Jumlahnya tak selalu sama. Yang paling banyak jumlahnya berkisar antara Rp 1000 hingga Rp 5000. Tapi ada pula yang sampai ratusan ribu.

Baginya Pujito, yang berkomentar demikian termasuk diantara orang-orang yang belum sadar tentang prinsip Islam yang tak pernah membedakan derita saudaranya baik di luar atau di dalam negeri. 

Suka-duka

Bagi para mahasiswa ini, aksi nya banyak memberi pengalaman mengesankan.  Nurhadi, mahasiswa semester 5 yang juga ketua LDK STAIL, bercerita tentang suka-dukanya. Ketika ia sedang sibuk menyodorkan kotak, tiba-tiba ada seorang perempuan paruh baya berjalan menggunakan pakaian kotor dan sandal jepit. Nurhadi, nyakin ia adalah pengemis. Namun betapa kagetnya,  tiba-tiba, si pengemis ini menyodorkan uang recehan ratusan berjumlah 1000 rupiah.

”Saya juga turut bersedih atas musibah yang dialami warga Gaza, semoga ini bermanfaat,” tutur si pengemis.

Tidak hanya itu, banyak kejadian mengesankan yang tidak disangka oleh Nurhadi. Banyak orang yang dikira tidak mau menyumbang, tiba-tiba menyumbang Rp. 100. Namun, pernah pula seorang yang mengendarai mobil ketika disodorkan kotak ia merogoh kantong celana, dikira mau ngambil uang,eh, tahu-tahu rokok.  

“Jihad” di Jalur Gaza

Sore itu, Selasa (30/1) hari terakhir tugas Pujito turun di perempatan setelah seminggu berjalan. Sebelumnya, ia bersama 10 mahasiswa STAIL lain diturunkan di perempatan Jalan Kertajaya, Jalan Darmawangsa, dan di depan Hotel Sahid Surabaya.  

Mereka dibagi menjadi empat kelompok. Sesuai dengan jumlah ruas perempatan jalan Kertajaya. Ada yang tiga, dua dan empat. Tergantung ramainya arus balik. Biasanya, arus balik lebih padat dari arah jalan-jalan protokoler seperti Jalan Pemuda, dan Jalan Gubernur Suryo. Sebab banyak pengendara yang bekerja di sana.

Namun suasana pengguna jalan kadang tak bisa diprediksi. Jika pengguna jalan tak sedikitpun melirik aksi mereka, tim ‘pejuang’ perempatan jalan ini terpaksa mengeluarkan ‘senjata’ nya berupaloud speaker.

Arham, mahasiswa asal Makassar harus berorasi di depan pengguna jalan. Di depan ratusan orang yang tengah berhenti menunggu lampu merah itu, ia meneriakkan kata-kata, “Warga Gaza kini membutuhkan uluran tangan Anda. Mereka kelaparan dan menderita. Mereka hidup di bawah bayang-bayang maut misil-misil Zionis-Israel. Oleh karena itu, mari sisihkan sedikit uang kita. Satu rupiah, sangat berharga bagi mereka,” teriak Arham semangat. Orasi Arham nampaknya tak sia-sia. Banyak pengendara yang tersentuh hingga tidak sedikit menyumbang. 

Seperti halnya Pujito dan Arham, Slamet Setyo Budi juga demikian. Mahasiswa STAIL semester 3 jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) ini terlihat sibuk melakukan aksi penggalangan dana. Mereka hilir-mudik menyodorkan kotak ke setiap pengendara. Tak peduli laki-laki, perempuan, atau pun bapak-bapak. Sore hari, menjelang maghrib, biasanya tim ini baru pulang ke kampus.

Ketika ditanya apa alasan mereka melakukan hal ini, tersebut dia menjawab ini merupakan panggilan “jihad”.

“Sebenarnya, saya ingin pergi jihad ke Palestina, namun karena tidak memungkinkan, “jihad” nya cukup di perempatan Kertajaya ini, ” ucap Subliyanto, mahasiswa asal Pamekasan, Madura ini.

Bagi Subliyanto, jika tak bisa berjihad membela saudara-saudara yang tengah didzolimi Israel atas kuasa Amerika di Palestina, setidaknya, mereka masih bisa mengupulkan dana. Ia hanya ingin menunjukkan pada dunia, bahwa warga Palestina dan Jalur Gaza tidak sendirian. Apa yang dilakukannya merupakan bentuk rasa kasih sayang terhadap warga Muslim Palestina. Senada dengan teman-temannya, pria yang akrab disapa Budi ini tidak tega melihat banyak saudara Muslim di Jalur Gaza secara terang-terangan didzalimi Israel dan dibantai kaum Zionis sementara dunia mendiamkannya, termasuk Amerika. “Hati saya pilu ketika melihat korban kebiadan Israel,” ujarnya.

Aksi penggalangan dana para mahasiswa STAIL itu tidak hanya dilakukan hanya di jalan raya. Pernah juga di Kebon Binatang Surabaya. Ketika hari Ahad, banyak wisatawan. Para mahasiswa berdiri di loket masuk dan menyodorkan kotak. Selain di tempat-tempat strategis, mereka juga menggalang dana di Masjid-masjid. Di tempat itu mereka menaruh kotak amal untuk Palestina. Alhamdulillah, sampai hari ini, aksi jalanan mereka itu telah terkumpul sekitar Rp 19 juta.

Menurut Nurhuda, Mpd.I, Pembantu Ketua (semacam Pembantu Rektur) I STAIL, mengatakan, jumlah para mahasiswa yang terlibat terjun “berjihad” di jalanan ini  terdiri dari mahasiswa semester 3 dan 5 jumlahnya. Total jumlahnya sekitar 42 orang.  kegiatan penggalangan dana tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk ungkapan perasaan membantu saudaranya nun jauh di sana, di Jalur Gaza, Palestina.  Menurut Nurhuda, sebenarnya para mahasiswa itu sedang ujian semester. “Walau demikian, tak satupun mahasiswa menolak. Semuanya taat,” ungkapnya.  

Menurut Nurhuda,  dana-dana masyarakat ini, selanjutnya akan langsung di kirim ke Hidayatullah Jakarta, dan selanjutnya akan diteruskan langsung ke Jalur Gaza melalui saluran terpercaya. [anshor/www.hidayatullah.com]

Bookmark and Share

Comments No Comments »

Posted : Rabu, 21-01-2009 | 10:20:11 WIB 
Belum lepas dari ingatan kita, bagaimana keras kepala dan keras hatinya para pemimpin Arab melihat tragedi di Gaza Palestina. Mesir yang paling dekat dengan perbatasan Gaza sampai detik ini pun belum dan tidak mau membuka perbatasannya di Raffah. Begitu juga dengan Jordan, mereka secara geografis termasuk yang dekat dengan Gaza, hanya karena terikat perjanjian dengan Israel – mereka tega membiarkan saudara-saudara muslimnya di Gaza terbantai oleh Zionis Israel. Setali tiga uang dengan Arab Saudi, ali-alih menunjukkan sikap yang tegas terhadap aksi holocaust Israel di Gaza, untuk menghadiri KTT di Doha pun mereka enggan.[rofx/hti]

Mungkin gambar-gambar dibawah ini bisa memberikan penjelasan atas sikap kepala batu nya para pemimpin Arab melihat tragedi di Gaza.

 

 Dari kiri, Raja Abdullah (Saudi), Menlu Arab Saudi, Saud Al-faisal,

Raja Abdullah (Jordan), George Bush

 
 Menlu Israel Tzipi Livni bersalaman mesra dengan Presiden Husni Mubarak (Mesir)
 
 Mahmud Abbas (Fattah) berjabat tangan mesra dengan Menlu Israel Tzipi Livni
  
 George Bush, Ehurt Olmert dan Husni Mubarak saling mempersilahkan
 
 Raja Abdullah (Saudi) bergandengan tangan akrab dengan George Bush
 
 Raja Maroko, Muhammad VII bersama Bush
 
 Presiden Afghanistan bersama dengan Bush di Amerika
 
 Jabat tangan mesra Olmert dan Mubarak
 
 Senyum saudara kembar, Ehurt Olmert dan Husni Mubarak
 
 Raja Abdullah (Saudi) saling membalas cium dengan George Bush

 

Bookmark and Share

Comments No Comments »

Prajurit ini adalah seorang keturunan Pakistan yang pindah ke Amerika ketika berumur 8 tahun. Dia tewas akibat IED di Afghanistan, dan “sholat jenazah” nya dilakukan akhir Oktober kemaren

________________________
____________Ingat fatwa Yusuf Qardhawi pasca serangan 11 September ? Nampaknya mereka-mereka ini yang terpengaruh fatwanya.

Dasar ulama su’ !!!

kami berlepas diri dari ulama su’ yang menjual dien ini

________________________
____________
Alloh tujuan akhir kami
Rosululloh tauladan kami
Al Qur’an petunjuk hidup kami
Jihad jalan kami
Syahid cita-cita kami tertinggi

—————————————————
“Beribadahlah kepada Alloh saja dan ingkarilah thaqhut itu”Jika saya membaca fatwa DR Yusuf Qordlowi tentang ‘kebolehan’ tentara muslim warga negara Amerika untuk ikut dalam aksi ‘mengejar teroris’, kesan umum yang saya rasa adalah, sudut pandang fatwa tersebut yang parsial dan terkotak-kotak, tanpa melihat konteks menyeluruh dari persoalan kita hari ini. Sudut pandang yang ditariknya adalah sudut pandang warga negara Amerika yang kebetulan beragama Islam…. Jadi kesan kuat bagi saya adalah nuansa ashobiyah/nasionalisme menjadi dasar sudut pandang dari fatwa itu.

Mengapa mereka tidak memandang permasalahan ini secara menyeluruh dan dari basis yang fundamental? Saat ini Perang Salib Global tengah dilancarkan secara masiv atas dunia Islam, di mana kaum salib dalam front-front terdepannya tidak membedakan umat Islam sipilnya atau tentaranya, anak-anaknya atau orang dewasanya…. Dan mengapa mereka tidak berangkat dari basis aqidah yang fundamental, dari basis Al Wala wal Bara, bahwa ikatan loyalitas kita yang pertama dan tertinggi itu harus pada Allah, Rasul, Islam, dan Ummat Islam, sebelum ikatan-ikatan loyalitas sempit seperti ashobiyah wathoniyah, bahkan nasab sekalipun??

Sungguh benar kata-kata Sang Shodiqul Mashduq…
“…Siapa yang berperang karena semata keberanian (ingin disebut pahlawan atau syuhada, atau mujahidin) ia bukan fi sabilillah, siapa yang berperang atas dasar ikatan ashobiyah ia bukan fi sabilillah. Hanya mereka yang berperang demi meninggikan kalimat Allah semata, maka ia fi sabilillah”(anshorulmujahidin)

Bersama Kitab (Al Quran) yang memberi Petunjuk,
dan Besi (Pedang) yang memberi Pertolongan


Wahai Sa`ad, panahlah, bapak dan ibuku menjadi taruhanmu.

Bookmark and Share

Comments No Comments »

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Pemimpin Daulah Islam Irak memperingatkan anggota Sunni pro-pemerintah untuk berbalik melawan pemerintah karena suatu hari angkatan perang AS akan memerangi mereka.
Pesan tersebut dikeluarkan Abu Umar al-Baghdadi, pemimpin Daulah Islam Irak, dalam sebuah pesan audio berdurasi 37 menit di website resmi mereka, Rabu (24/9) kemarin.  pesan tersebut juga sekaligus memperingatkan 2 tahun berdirinya Daulah Islam Irak.

Hingga kini, AS tidak mempercayai keberadaan Abu Umar al-Baghdadi, AS masih menganggap Baghdadi sebagai figure fiktif buatan Al-Qaeda.

Pertempuran-pertempuran di Irak mengalami penurunan sejak kelompok Sunni berbalik menyerang mujahidin Irak yang tergabung dalam Daulah Islam Irak, Sunni membentuk “kelompok kebangkitan” yang bersekutu dengan angkatan perang AS.  (Hanin Mazaya/Arrahmah.com)

Bookmark and Share

Comments No Comments »

Kamis 18 Sep, 07:24 AM

Photos from the recently destroyed Sunni mosque in Iran

          

         

         

         

         

         

         

         

         

         

         

         

Bookmark and Share

Comments No Comments »

Rabu 24 Sep, 09:19 AM

CHISHKI (Arrahmah.com) – Satu unit mujahidin di bawah pimpinan Amir Ilyas melakukan serangan khusus kepada tentara kafir Rusia di desa Chishki, Provinsi Nokhchicho, Senin (22/9) lalu.

Sekelompok tentara kafir melakukan patroli di jalan-jalan dengan tujuan mengamankan daerah tersebut. Mujahidin melakukan serangan di sana.

Amir Abdul Malik, staf editorial Chechencenter website, mengatakan para mujahidin berhasil menghancurkan BTR berlapis baja dan satu truk URAL lapis baja.  Tentara kafir yang tergabung dalam gunbattle 8 serta komandan mereka berhasil dibinasakan.  Sejumlah dokumen penting dan beberapa trophy dirampas oleh pihak mujahidin.

Amir Abdul Malik membacakan satu statemen yang tertulis dalam sebuah dokumen yang menyatakan perintah penyerangan militer Rusia terhadap mujahidin :
“Situasi di Republik Chechen sulit diidentifikasi, menurut informasi para militant merencanakan serangan-serangan terhadap militer.  Mengenai hal ini, saya telah memesan beberapa kekuatan untuk diletakkan di Jalan Stariye Atagi- Chishki ……,dll”

Mujahidin tepatnya telah membinasakan gerombolan tentara kafir ini yang telah patuh terhadap perintah atasan-atasan mereka.

Pemimpin Chechen melaporkan bahwa situasi militer di daerah pegunungan Ichkeria dalam keadaan stabil.  Mujahidin Emirat Kaukakus yang berhasil melakukan operasi militer tidak diperbolehkan dipublikasikan di media. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com)

Bookmark and Share

Comments No Comments »

ZAMBOANGA (Arrahmah.com) – Pasukan kafir AS mulai menyebar di Mindanao, wilayah yang sering mendapatkan serangan dari mujahidin MILF.
Pemimpin angkatan perang Philipina mengatakan Pasukan AS datang membantu militer lokal mengatais serangan-serangan dari MILF.

“Pasukan Amerika berbasis di dalam Zamboanga, sesampainya kami di sini, mendapat petunjuk dari para intelijen philipina,” ujar Kolonel Benito de Leon, komandan pasukan Infanteri 104.

Militer lokal mengatakan pasukan AS telah menyebar di provinsi yang tengah membangun sistem irigasi dan penyediaan air bersih sebelum Komandan MILF, Abdurrahman Macapaar melakukan serangan-serangan ke sana.

Pertempuran sengit yang terjadi Rabu (17/9) lalu menewaskan 7 tentara kafir Philipina, seorang mujahidin MILF juga syahid di sana.  Setelah sekian banyak tentara yang tewas dan terluka, pemerintah Philipina meminta AS mengirimkan pasukannya ke sana.

Arroyo menawarkan perjanjian damai dengan syarat ketiga komandan MILF diserahkan ke pemerintah untuk diadili, ketiganya yaitu Macapaar atau Komandan Bravo, Umbra Kato dan Sulayman Pangalian.

Mujahidin MILF menolak permintaan tersebut dan memperingatkan akan melakukan peperangan dahsyat jika pemerintah Philipina terus menyerangnya. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com)

Bookmark and Share

Comments No Comments »

DATU PIANG (Arrahmah.com) – Para mujahidin di Selatan Philipina melakukan pelatihan-pelatihan perang dan merekrut tentara anak-anak sebagai generasi penerus selagi pemerintah Philipina disibukkan dengan tawaran-tawaran perdamaian, menurut sebuah dokumentasi yang dipublikasikan oleh Frence Presse.
Pejabat militer intelijen mengatakan, mereka melakukan pelatihan membuat bom dan latihan perang lainnya di Selatan Mindanao minggu lalu.

Bukti kegiatan tersebut adalah dokumentasi yang dipublikasikan Frence Presse.

Di dalam gambar juga terlihat beberapa mujahidin asing, dicurigai berasal dari Timur Tengah.

“Kami sedang mencoba mengenali orang-orang tersebut yang jelas terlihat dalam gambar, ini membuktikan, MILF tidak pernah berhenti mendatangkan militant asing dari TimurTengah,” kata salah seorang pejabat intelijen.

 “Teknologi pembuatan bom merupakan hasil impor,” lanjutnya.

Salah satu pedoman latihan MILF mengatakan calon-calon mujahidin dilatih hingga memiliki “Spirit agresif” yang dapat menghancurkan musuh-musuh Islam.

“Tujuan dari pelatihan perang adalah untuk menjadikan kalian pejuang yang tangguh, kreatif dan memiliki saling kepercayaan di antara tim,” menurut pedoman pelatihan perang MILF.

Dalam gambar juga Nampak mujahidin-mujahidin muda yang memegang senjata teknologi tinggi sambil mendengarkan perintah dari pemimpin mereka, Umbra Kato. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com)

Bookmark and Share

Comments No Comments »

Wednesday 24 Sep, 07:41 AM

MINDANAO (Arrahmah.com) - Mujahidin Moro (MILF) menolak tuduhan pihak militer Philipina bahwa anggotanya melakukan pembakaran terhadap desa Dugengen dekat kota Mamasapano di Kepulauan Mindanao pada minggu malam. 

Dalam pernyataannya, MILF tidak mengakui bahwa Basit Usman dan Abas Wahab adalah pimpinan MILF. Keduanya sudah dinyatakan keluar dari organisasi.

Seperti dituduhkan sebelumnya, Kelompok militan Muslim, menurut militer, telah membakar satu desa di Filipina Selatan dalam serentetan serangan yang membuat setengah juta orang terlantar.

Enambelas rumah dan tiga bangunan pemerintah termasuk fasilitas kesehatan dibakar di desa Dugengen dekat kota Mamasapano di pulau Mindanao Mminggu malam, kata jurubicara militer Letkol Romeo Brawner, seperti diberitakan oleh AFP. Namun tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Dia mengatakan, para penyerang dipimpin oleh Basit Usman dan Abas Wahab. Pemerintah Amerika Serikat menyediakan hadiah 50.000 dolar untuk informasi yang bisa menahan Usman, yang disebut-sebut sebagai `teroris yang dikenal punya jalinan dengan Jemaah Islamiyah` dan diyakini bertanggungjawab atas pemboman-pemboman mematikan di Mindanao 2006 serta serentetan serangan bom belakangan ini.

Militer mengatakan bahwa pihaknya menganggap Usman dan Wahab sebagai pemimpin Front Pembebasan Islam Moro (MILF), yang perundingan-perundingan perdamaiannya dengan Manila gagal bulan lalu, setelah Mahkamah Agung negara itu menghentikan rancangan perjanjian perdamaian yang bermaksud mengakhiri konflik separatis yang telah berlangsung empat dasawarsa itu.

Pengadilan sementara menyatakan serangkaian serangan mematikan dilakukan oleh MILF terhadap desa-desa Kristen di Mindanao, yang diklaim telah menewaskan puluhan orang dan memaksa ratusan ribu lainnya meninggalkan rumah mereka. (Hanin Mazaya/AFP/SI)

Bookmark and Share

Comments No Comments »